Selasa, 23 Agustus 2011

Berlatih tanpa asisten


Lebaran tahun ini bakalan beda sama tahun tahun sebelumnya. Jika dua tahun yang lalu anak saya baru dua, kemudian tahun kemarin anak tiga dan masih ada satu asisten yang tidak pulang,..wah tahun ini anak tiga balita semua tanpa asisiten. Hahaha...indahnya hidup yang saya jalani. Namanya juga melenceng dari program pemerintah, jadi ya begini. Bersusah susah dahulu, repot kemudian,..halahh.. Yak..tahun ini dua asisten pulang semua, sama sama tanggal 29 Agustus. Jadi saya dan suami persiapan mental dulu dari sekarang termasuk pembagian tugas jika nanti kita benar benar sudah ditinggal asisten. Untungnya kami beda selera, jadi pembagian tugas terasa lebih mudah. Suami yang lebih sabar memilih menemani anak anak mulai bermain, mendongeng, menyuap dan yang paling dia favorit ngeloni, karena bisa ikutan bablas tidur. Sedangkan saya lebih memilih berkutat dengan pekerjaan rumah seperti mencuci, menyapu, mengepel, setrrika, dan memasak. Soalnya saya lebih tahan bekerja dengan benda mati yang tidak banyak rewel. Kalo saya capek ya ditinggal, kalo masih sanggup ya dilanjutkan. Hehe..Tidak mencerminkan sebagai sosok yang keibuan ya?..Tapi Alhamdulillah saya termasuk dekat dengan anak -anak. Karena jika mereka diminta memilih jalan jalannya mau sama papah atau ibuk nya mereka akan memilih saya.^^
Yang pasti, agenda 10 hari terakhir bulan Ramadhan ini antara lain:
1. Browsing menu masakan sekalian resepnya biar pas hari-h ga bingung "mau masak apa hari ini?"
2. Mengumpulkan dan menyusun "kurikulum" Maida dan Weida biar selama saya mengerjakan tugas asisten tidak terganggu, mereka bisa fun dan tidak bosan dengan aktivitas mereka. Gambaran saya sih aktivitas gunting tempel, menggambar, ataupun mewarnai.
3. Mencari tambahan pendapatan untuk ekstra sangu para asisten atau bahasa lainnya THR biar mereka senang, dan mudik nya tidak kelamaan (bukan sogokan loh ini..)
4. Servis mobil tua saya, supaya pas hari raya dan beberapa hari sesudahnya kita tidak bermasalah dengan transportasi. Yah, minimal kalo jatah pemadaman listrik kita bisa muter muter sejenak buat ngadem karena anak anak saya pada ga tahan sumuk.
Nah, itulah agenda saya yang sudah mulai serius saya tekuni. Doakan semoga untuk poin 3 dan 4 lancar ya,..hahaha..Yang pasti sih saya melihat dengan tidak adanya asisten ini saya akan lebih menghargai mereka karena kalo tanpa mereka kita repot banget. Selain itu bisa semakin menambah kedekatan keluarga. Semoga!!
Foto diambil tahun 2010 bersama akung Sleman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar